Info Politeknik
Jumat, 24 Mar 2023
  • Pendaftaran Mahasiswa Baru Tahun Ajaran 2022/2023 dilaksanakan pada Bulan Desember 2021. Manfaat Diskon SPP Semester dan Beasiswa Lainnya. Silahkan hubung 08239649999

Hijrah Pikiran

Diterbitkan :

Strategi ini hanya diperlukan jika Anda merasa malu, takut dan sungkan jika langsung hijrah keseluruhan meninggalkan lingkungan yang melemahkan potensi kita. Hijrahlah dari mulai pikiran kita. Kendalikan Pikiran kita, Jika kita tak mampu mengendalikan apapun yang ada diluar setidaknya kita kendali pikiran yang Ada di dalam diri kita sendiri.

Mulainya berpikir beda terhadap budaya yang mengakar di lingkungan tersebut. Mulai berpikir kritis dan mendalam apakah budaya lingkungan tersebut meningkatkan kualitas potensiku ataukah berdampak buruk bagi diriku. Saya pernah mendengar cerita ada seorang Kyai Hebat di Nusantara yang mengajak warga sekitarnya kembali kepada spiritual dengan melalui permainan dadu dan minuman keras. Disaat warga lainnya bermain dadu dan minum-minuman keras, Sang Kyai tersebut justru duduk disamping orang-orang tersebut, sesekali dia ikut tertawa karena kekonyolan mereka. Secara pribadi jika kita menjadi warga yang melakukan keburukan tersebut jika ada seorang Kyai disamping kita tentunya menjadi sungkan didalam diri kita. Benarkan?. Itu sudah wajar dan normal. Tetapi warga tersebut justru tidak merasakan demikian, mereka justru semakin asyik dalam permainan mereka. Bahkan Santri dari Sang Kyai pun menaruh prasangka buruk pada Kyainya sendiri. Tetapi dengan tenang Sang Kyai tersebut justru terus menikmati strateginya tersebut. Sang Kyai tetap mendampingi warga disetiap permainan dadu dan minum-minuman keras. Disaat mereka ada yang kalah bermain atau sakit karena arak, Sang Kyai mengambil kesempatan tersebut. Dia menjadi orang yang pertama kali menolong warga tersebut. Didalam Kondisi inilah momen yang digunakan Kyai untuk berdakwah. Dan Alhasil strateginya berhasil merangkul banyak warga untuk kembali kepada TuhanNYA. Dan Lingkungan pun semakin hari semakin sepi dari permainan dan aktifitas buruk.

Hal Serupa juga pernah dilakukan oleh Hadhratus Syech KH. Hasyim Asy’Ari Sang Pendiri NU (Nahdahtul Ulama). Dimasa Penjajahan Jepang Beliau menyadari bahwa jika frontal melawan jepang kekuatan bangsa Indonesia masih belum sanggup. Maka dengan flexibelitasnya, memanfaat momen tersebut dengan bergabung pemerintahan jepang. Keputusan ini menyebabkan warga sekitar,santri bahkan sebagian ulama lainnya menganggap bahwa beliau pro dengan Jepang, dianggap menjual bangsa sendiri untuk kepentingan sendiri. Tetapi seorang yang penuh ketaqwaan pada TuhanNYA tidaklah semudah itu bertindak tanpa pemikiran yang begitu dalam.  Disaat beliau masuk kedalam pemerintahan Jepang Bersama putranya KH. Wahid Hasyim, beliau mempunyai otoritas untuk membuat keputusan dan kewenangan penuh terhadap  umat muslim seutuhnya di Indonesia kala itu. Akhirnya beliau memasukkan keputusan-keputusan yang melemahkan Jepang dan menguntungkan bangsa Indonesia, Hingga Akhirnya Indonesia mampu meraih Kemerdekaannya sendiri atas jasa dan pemikiran Beliau beserta para tokoh nasional lainnya.

Kisah diatas membantu kita dalam melakukan dalam melakukan strategi Flexibel dalam berhijrah. Perlahan tetapi pasti. Diawali melalui pikiran sendiri untuk menyusun strategi terselubung untuk mencoba mengendalikan dan merubah budaya keburukan yang mengakar pada Lingkungan tersebut. Sadari pula bahwa kemungkinan besar Anda akan di nilai negative oleh sebagian orang, tetapi pastikan bahwa kebaikan bersama adalah hasil akhirnya yang wajib Anda dapatkan di moemn Akhirnya.

“Mereka yang Flexibel akan mampu mengendalikan System”

Begitulah NLP memberikan asumsi terhadap kehidupan ini. Bahkan Flexibelitas adalah bagian penting bagi kita yang ingin mengapikasikan NLP. Kefanatikan adalah kunci kebodohan. Mereka yang fanatic buta tanpa sadar menutup semua informasi bahkan ilmu dariNYA. Sedangkan Flexibelitas ini bukanlah seperti Bunglon yang bermuka dua, tetapi Seperti Pilihan yang banyak untuk menghasilkan hasil yang sama.

Tiga point diatas adalah adalah startegi kita dalam mengarungi pola pertama yang itu LINGKUNGAN atau Environment.

  • Kenali Lingkungan yang melemahkan dengan Tolok Ukur yang pasti
  • Kendalikan atau dikendalikan Oleh Lingkungan
  • Flexibel dengan Hijrah Pikiran

Jika didalam Pola Lingkungan sudah sesuai dengan Tujuan Besar Anda dimasa depan, maka Rawat dan Pertahankanlah. Jangan sampai memunculkan konflik Internal yang nantinya mengganggu fokus Anda dalam melewati Pola berikutnya. Sebelum saya lanjutkan menuju pola berikutnya, saya pesan kepada Anda jangan tersinggung dengan penjelasanya ya…? Hihihi….., karena di pola selanjutnya benar-benar membuka hati dan menampar diri kita sebagai manusia. Penasaran dengan Pola Tersebut?.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar

penulis
admin

Tulisan Lainnya

Hubungi Kami
Konsultasikan Bersama Kami !
Politeknik Teknokrat International
Halooo...Semangat Pagi..
Apakah Anda Ingin Konsultasi dan Ingin Tau Info Seputar Politeknik Teknokrat International Kolaka ?.

Konsultasikan Bersama Kami disini